Latar Belakang dan Tujuan Pendiriannya
 

Tentang Saint Theresa

STIE Saint Theresa Merauke bernaung di bawah Yayasan Santa Theresa atas dasar Akte Notaris No : 01 tertanggal 19 Januari 2007.

Yayasan Pendidikan Saint Theresa dihadirkan untuk mewujudkan pembangunan nasional bangsa, khususnya pembangunan manusia Indonesia yang beriman, taqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, berbudi luhur, berilmu, menjungjung tinggi etika profesi serta sadar pada tanggung jawabnya terhadap pembangunan dan masa depan bangsa dan negara dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera, material dan spiritual, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

STIE Saint Theresa merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang mengemban tugas dan fungsi perguruan tinggi dalam upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dalam rangka mencapai tujuan nasional sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

 

STIE Saint Theresa Merauke juga menjadi bagian dari Sistem Pendidikan Nasional sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 yang bertujuan menyiapakan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan, kecakapan dan ketrampilan dalam mengamalkan ilmu pengetahuan.

Dalam kedudukannya sebagai perguruan tinggi yang mandiri, STIE Saint Theresa merupakan bagian dari Sistem Pendidikan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta bertugas untuk merencanakan, membina, mengembangkan serta melaksanakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan profesionalisme sumber daya manusia yang disesuaikan dengan arah perkembangan kebutuhan pembangunan.

STIE Saint Theresa juga menjadi perguruan tinggi yang mandiri dalam menyelenggarakan fungsi, tugas dan tanggung jawabnya, yang berpedoman pada ketentuan perundangan yang berlaku, dengan susunan organisasi yang tergambar sebagai berikut. Organisasi STIE Saint Theresa adalah satuan kerja yang terdiri dari unsur pimpinan STIE Saint Theresa, Senat STIE St Theresa, adalah perangkat pengambil keputusan tertinggi pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Saint Theresa.

Senat STIE St Theresa adalah Badan Normatif dan Perwakilan Tertinggi di STIE Saint Theresa, yang terdiri dari Guru Besar, Ketua, Wakil Ketua, Ketua Program Studi dan Wakil Dosen. Unsur Pelaksana Administrasi adalah sub-sub satuan kerja di dalam STIE Saint Theresa yang bertugas melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sedangkan unsur Pelaksana Administrasi adalah sub-sub satuan kerja di dalam STIE Saint Theresa yang menyelenggarakan pelayanan teknis dan administratif yang meliputi kegiatan-kegiatan administrasi akademik dan perkuliahan, administrasi umum dan keuangan, administrasi kemahasiswaan.

Untuk unsur penunjang akademik adalah sub-sub satuan kerja di dalam STIE yang merupakan kelengkapan bagi kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdiaan kepada masyarakat, yang berada di luar unsur pelaksana akademik.

Lembaga pendidikan Saint Theresa juga menjamin kebebasan akademik yang dimiliki anggota sivitas akademika di lingkungan STIE St Theresa untuk secara bertanggung jawab dan mandiri melaksanakan kegiatan akademik yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau informatika.

Yayasan dan pengelola STIE St Theresa juga menjamin kebebasan mimbar akademik sebagai bagian dari kebebasan akademik di lingkungan STIE Santa Theresa, yang memungkinkan dosen menyampaikan pikiran dan pendapat, sesuai norma dan kaidah keilmuan.(*)

Visi dan Misi

Visi

STIE Saint Theresa adalah “Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi yang unggul
dan terdepan di Papua tahun 2025 yang mampu menghasilkan lulusan yang
memiliki keunggulan akademik, kompeten dan profesional di bidang
Manajeman dan Akutansi .

Misi
  1. Menyelenggarakan pendidikan akademik di bidang manajeman dan akutansi untuk pengembangan ilmu bagi peserta didik.
  2. Mengabdikan diri melalui penelitian dasar dan terapan dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi
  3. Mengelola pendidikan tinggi secara efektif dan efisien dalam suasana akademik yang jujur dan beretika.
  4. Mendarmabaktikan keahlian dalam bidang IPTEKS untuk kepentingan masyarakat
  5. Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesi untuk pengembangan ilmu, profesionalisme, dan karakter peserta didik.

Sejarah

Setelah mendirikan Akademi Sekretari Saint Theresa di Jakarta pada tahun 1997, Paulus Thomas Fatruan (kini Almarhum) mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Saint Theresa di Merauke, Papua, pada tahun 2014. Mendirikan perguruan tinggi di Kota Merauke merupakan salah satu keinginan Paul Fatruan untuk memberikan sumbangsihnya bagi Merauke, tempat Paul Fatruan dilahirkan dan dibesarkan.

“Mendirikan lembaga pendidikan tinggi di Merauke merupakan satu bentuk rasa cinta saya untuk Merauke khususnya dan tanah Papua pada umumnya. Saya ingin memberikan sumbangsih untuk memajukan generasi muda Papua melalui pendidikan!” ungkap Paul saat hendak mendirikan STIE Saint Theresa di Merauke.

Walau tidak mudah, namun Paul didukung oleh sejumlah rekan pendiri lainnya seperti Henricus Raba, Alexander Phoex, Marthin Timisella, Karel Adam Liklikwatil, termasuk mendapat dukungan dari istri dan anak, serta dukungan dua romo kakak-beradik di Jakarta yang merupakan paman Paul, yakni, Rm Lambertus Somar MSC dan Rm Yos Somar Pr., serta keluarga besar di Merauke.

Karena tekad yang besar dan kerja keras, STIE Saint Theresa akhirnya terwujud, berdiri sesuai Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 407/E/O/2014 tanggal 11 September 2014 dan kampus ini berdiri di tengah kota Merauke di Jalan Nusa Barong No ! Merauke – Papua. STIE Saint Theresa memiliki dua prodi yaitu : Prodi Manajeman dan Prodi Akuntansi yang saat ini sudah terakreditasi BAN PT.

Kehadiran STIE St Theresa di kota Merauke disambut hangat oleh pemerintah setempat, berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat Merauke khususnya dan masyarakat Papua pada umumnya. Dukungan itu tentu menjadi sangat penting untuk pengembangan STIE Saint Theresa. Fasilitas yang dimiki oleh STIE Saint Theresa, antara lain gedung kampus milik sendiri, perpustakaan, lab komputer dan lainnya.

STIE Saint Theresa memiliki mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari wilayah Merauke itu sendiri maupun dari luar Merauke. STIE Saint Theresa didukung tenaga pengajar berkualifikasi S2 dan sejumlah praktisi baik dari pemerintahan maupun swasta. Mahasiswa STIE Saint Theresa saat ini ada yang telah menjadi PNS/ASN di Pemkab Merauke, di Pemprov Papua dan di daerah lainnya, ada pula yang mengabdi di berbagai kantor swasta hingga menjadi wirastawawan.

Nama Saint Theresa

Nama Saint Theresa diambil dari Saint Theresa dari Kalkuta, seorang biarawati yang mendirikan ordo biarawati atau misi cinta kasis (MC), yang populer dengan misi pelayanan kasihnya untuk orang kecil dan menderita. Karena misi pelayananya itu, Saint Theresa atau lazim pula disapa sebagai Bunda Theresa, meraih nobel perdamaian pada tahun 1979.

Pada saat hendak mendirikan STIE Saint Theresa di Merauke, Paul yang begitu mengagumi Bunda Theresa memberi nama Saint Theresa. Walaupun pada saat kepergian Bunda Theresa yang meninggal pada 5 September 1997, Bunda Theresa belum diangkat jadi santa, tetapi atas keyakinannya Paul dan para pendiri ‘membabtis’ nama lembaganya menjadi Saint Theresa (dari Kalkuta).

Para pendiri juga tertarik dengan misi pelayanan cinta-kasih Bunda Theresa dari Kalkuta. Bunda Theresa mewariskan sejumlah nilai luhur di antaranya: pribadi yang rendah hati, jujur, sabar, tabah, memiliki keteguhan hati, memiliki komitmen yang tinggi, selalu semangat dalam melayani tanpa memandang latar belakang, penuh tanggung jawab, memiliki dedikasi tinggi dan peka terhadap situasi dan kondisi di sekitar. Nilai-nilai semacam ini tentu sangat baik untuk diteladani terutama oleh semua mahasiswa-mahasiswi St Theresa dan segenap keluarga besar lembaga pendidikan Saint Theresa.

Filosofi Logo

  1. Gambar Burung Merpati yang melambangkan pencerahan, pencurahan kasih karunia Tuhan dan tuntunan Roh Kudus ;
  2. Buku yang terbuka : memiliki arti sebagai penyedia informasi dan sumber pengetahuan sebagai kekuatan hidup
  3. Salib yang melambangkan kasih semangat melayani pada sesama, semangat membangun persaudaraan.
  4. Warna biru melambangkan kedamaian, kekuatan, ketabahan, dan ketulusan.
  5. Putih melambangkan kejujuran dan kesucian
  6. Sudut lima menggabar dasar negara Republik Indonesia yakni Pancasila
  7. Secara keseluruhan lambang STIE Saint Theresa mengandung pengertian dengan ilmu dan pengetahuan dapat melayani sesama dalam persaudaraan, dengan penuh tanggung jawab, cinta kasih, kedamaian dan ketulusan.

Program Studi

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Saint Theresa memiliki 2 Program Studi

S1 Manajemen